Sahabat yg Selalu di Hati
Terurai, 21 April 2012
Tidak salah bukan bila aku menyukai
seseorang. Orang ini entah kenapa selalu ada di benakku. Entah siang ataupun
malam bahkan sore hari, selalu saja dia terngiang dalam lantunan ingatan
terkuatku.
Sering aku memimpikannya. Anehkan? Pertanda
apa sebenarnya ini? Apa karena aku benar-benar sayang dengannya. Rasa suka ini
seperti telah meracuniku, membawaku menjadi seorang pencinta yang tak terucap. Hanya
terbayang dalam mimpi-mimpi senja yang tersirat.
Awal kali masuk kuliah, sedikit pun
tak terlintas di kepalaku tentang seorang gadis. Bahkan tak terpikir untuk
berpacaran. Kau tahu kenapa, karena waktu itu aku sendiri masih punya.
SEMSTER I yang terpikir aolehku
adalah aku ingin menyesuaikan diri dengan perkuliahan ini yang kurasa begitu
sepele. Waktu itu aku masih bersikeras untuk keluar dari undip, ingin rasanya
aku mengambil kuliah di jurusan lain bahkan universitas lain yang memang terasa
lebih menunjang masa depan.
Bahkan saat pendaftaran mahasiswa
baru, aku langsung mendaftar di universitas lain. Blablablabla………………….
Itu sepintas keegoisan.
Di awal kuliah ini tak ada satu pun
gadis yang kusukai, satupun. Tapi setelah berjalannya waktu di hampir mendekati
pertengahan kuliah. Kutemukan sebuah awal baru dari pertemanan yang tak pernah
kuharapkan sebelumnya.
Pertemuan ini benar-benar seperti
sebuah, apalah namanya, q gak tahu. Dia, gadis ini aku tak pernah tahu bahwa ia
ada. Aku tak tahu bahwa dia juga sekelas denganku. seolah aku tak pernah
memandangnya.
Diawali dari pertemuan di
perpustakaan yang terasa janggal. Dan diawali dari ia bergelayut di pundakku
yang terasa tanpa sebab.
Tanpa sebab, kubilang begitu karena
kami memang tak pernah bicara satu sama lain. bahkan dikelas, sekalipun aku tak
pernah menganggapnya ada, karena seolah aku tak pernah melihatnya meski di
dalam kelasku sendiri.
Waktu itu kuliah telah usai, saat
aku keluar, ia bersama kedua temannya tengah berbincang mungkin. Tiba-tiba ia
datang mendekat dengan senyum dan suaranya yang unik, ia langsung bergelayut di
pundakku seolah ia sudah kenal dan dekat denganku. aku pun waktu itu bingung
harus bagaimana. So, aku ikuti saja candaan mereka.
Tapi disinilah awal dari semuanya. Malam
harinya aku jadi kepikiran tentangnya. Gadis berkulit kuning langsat dengan
rambut hitam lebam yang indah. Matanya bulat lucu. Adu adu… malam itu menjadi
malam galau pertamaku karena sesuatu di kampus.
Saat itulah aku mulai mencari nomor
hanphonnya dan tiap hari kami mulai sms-an. Selalu dan selalu hingga ia
mengannggapku sahabat.
Meski waktu itu aku masih punya
seorang gadis, ia kuliah di Unsut. Tapi aku tak pernah bercerita dengannya. Aku
ingin ini menjadi sebuah hubungan pribadi di semarang.
Waktu berlalu kedekatan itu semakin
menjadi-jadi. Rasaku ini mulai kental dengan dirinya. Tapi aku tak mau
mengatakannya. Rasa sayang ini, aku tak ingin merusaknya dengan penghianatan. Aku
masih punya. Kalau dia? Entahlah.
Karena itu aku akan menjaganya
sebagai cukup seorang sahabat yang peduli dengannya.
Berlalu hingga semester dua, rasaku
ini tetap tertancap sebagai sahabat. Entah kenapa sedikitpun tak memudar.
Gejolak rasa di unsut mulai terasa. Akhirnya
kami putus. Saat memasuki semester tiga, aku sibiuk dengan kegiatan di
hayamwuruk. Kedekatan dengan sahabatku ini pun malah memudar. Entah kenapa rasa
canggung hadir dan seolah aku tak ingin memilikinya. Apa mungkin karena aku
putus, hingga membuat rasaku ini kacau.
Satu semester terlewat. Kini di
semester empat aku mulai mencoba mengembalikan suasana. Ternyata hatiku tetap
kepadanya. Rasa ini, ingin melebihi sahabat.
Tapi kenapa begitu sulit, kedekatan
ini sudah tak seperti dulu lagi.
Satu hari pernah berlalu bersamanya
(waktu itu malam dan paginya aku bersama, meski hanya beberapa jam) tapi yang
anehnya, satu minggu aku terus memikirkannya. Wau…..
Sekarang kubiarkan angin berhembus. Kuingin
rasa ini memuncak. Hadir dalam peraturan yang kan semakin mengikat. Hanya tinggal
melihat situasi yang memungkinkan. Semoga indah kelak sebagai yang terbaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar